14 April 2012

GURU





GURU " diGUgu lan ditiRU ". Itu kata-kata jadul tapi memang harus selalu dijaga, terutama oleh para "guru" yang notabene memang gerak gerik, tindak tanduk, tingkah laku, ucapan dan apapun yang melekat pada diri seorang " guru " selalu dilihat, diamati, diikuti, dicontoh dan diaplikasikan dalam diri anak didiknya. Dulu, " guru " benar-benar bersahaja, sekarang berkurang sahaja-maaf-, tapi tidak semua. Sekarang juga masih ada " guru " yang bersahaja. Kenapa saya menulis tentang "guru", karena ada kejadian yang mungkin bagi sebagian bahkan banyak orang ini biasa, lumrah dsb. Tapi bagi saya ini tidak biasa..
Hari ini, 17Januari12 tepatnya tadi pagi sekitar pukul 8, dari dalam rumah terdengar suara ribut gaduh, ternyata didepan pekarangan rumah kami di tepi jalan berjejer anak-anak SD sedang duduk mungkin melepas lelah setelah berjalan-jalan, tapi ada beberapa anak SD yang berdiri, berjalan dan berlari-lari kecil menuju pekarangan rumah kami yang memang sengaja tidak kami pagar, setelah saya lihat kok suara tambah gaduh dipekarangan, "sik kuning..sik kuning"akhirnya saya tanyakan ke bu "guru" nya.

Saya           : "Tasih sami nopo nggih bu?"

Bu"guru"  : "Ngambil bunga yang ada durinya yang bunganya merah"
Saya           :"Sampun ijin bu"guru", kok kadose dereng ijin nggih?" 

Bu"guru" :"Saya kira ini bunga liar, mboten ngertos kalau ada yang punya karena dibawah"
Saya          : "Nggih, niku nggen kulo. Bunga yang kuning kan di pekarangan atas bu"guru". Seharusnya ijin dulu bu "guru"
Bu "guru": "Nggih, angsal mboten bu"
Saya          : "Nggih, tapi nggih bu "guru" kedhah maringi tuladha ingkang sae, mawi     ajeng mendhet barang kagungane tiyang sanes niku nggih nyuwun ijin riyin".
Terdengar riuh suara anak didik di belakang bu "guru", mereka saling berkomentar dan menyalahkan. "Katanya ga apa-apa bu"guru". Timpal beberapa anak didik. Akhirnya bu"guru" menjawab "Ayo, anak-anak kita mencari bunga ditempat lain"...
Maaf, itu mungkin hanya kejadian sepele, tapi memberikan dampak yang cukup berarti bagi anak didik di kemudian hari. Semoga sedikit cerita ini bisa memberikan semangat untuk selalu berbuat yang terbaik untuk anak-anak kita, sehingga bisa menjadikan pupuk yang dapat menyemai  ladang kebaikan pikiran, raga dan hati anak-anak kita. InsyaAllah. Amin...

Baca Juga:
Guru Kreatif 
Guruku Tersayang 
Ucapan Hari Guru 
Hari Guru "Puisi"
Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar: